Kamis, 21 Juli 2011

PERTUMBUHAN PADA MANUSIA

A. Pengertian Pertumbuhan
Pertumbuhan dapat di artikan sebagai perubahan kuantitaif pada materil sesuatu sebagai akibat dari adanya pengaruh lingkungan. Perubahan kuantitaif ini dapat berupa pembesaran atau pertambahan dari tidak ada menjadi ada, dari kecil menjadi besar, dari sedikit menajdi banyak, dari sempit menjadi luas. Ini tidak berarti bahwa pertumbuhan itu hanya berlaku pada hal-hal yang bersifat kualitatif. Materil dapat terdiri dari bahan-bahan seperti misalnya atom, sel, kromosom, dll, dapat pula materiil terdiri dari bahan-bahan kuantitatif seprti kesan, keinginan, ide, gagasan, pengetahuan,dll.[1]
Jadi pertumbuhan merupakan dua bagian yang kondisional dari manusia meliputi pribadi yang bersifat material kuantitatif yang mengalami pertumbuhan, dan pribadi yang fungsional kualitatif yang mengalami perkembangan.
Dari uraian di atas penulis dapat menjelaskan arti pertumbuhan pribadi sebagai akibat dari adanya pengaruh orang tua dan lingkungan. Materil pribadi seperti: sel, kromosom, butir darah, rambut, lemak, tulang adalah tidak dapat di katakan berkembang,melainkan bertumbuh/ tumbuh.

B. Peristiwa Pertumbuhan Pribadi Manusia
Peristiwa pertumbuhan manusia bertolak dari peristiwa awal hereditas. Manusia terbentuk dari material yang lemah. Materiil yang di maksudkan adalah materi genetis. Awal manusia secara genetis mula-mula terjadi dari satu sperma dan satu telur. Satu sperma memasuki sebuah telur dan individu baru mulai membentuk diri. Kehidupan awal dari individu sangat dipengaaruhi oleh kondisi ibu, yaitu wanita yang mengandungnya. Sedangkan peranan ayah dalam menumbuhkan individu baru hanyalah memberikan kemungkinan yang tepat agar individu itu terkonsep.
Individu terbentuk dari empat puluh delapan kromosom. Setiap kromosom mempunyai bentuk dan bersifat yang berbeda-beda. Dua puluh empat kromosom dari ayah dan dua puluh empat kromosom dari ibu., masing-masing berpasangan di dalam indung telur. Dua puluh empat pasang kromosom inilah penentu turunan fisik dari kehidupan pribadi manusia. Pertumbuhan berlanjut terus dengan adanya proses devision dan redevision ( pembagian sel dan pembagian atau pembelahan kembali pada sel-sel ). Pembelahan dan perpasangan kromosom mempunyai rangkaian mata rantai membentuk seperti halnya per yang semakin merapat. Pada saat-saat tertentu, rapatan kromosom ini tumbuh dan semakin banyak membentuk butiran yang menyerupai embun yang di sebut genes tersebut merupakan faktor penentu hereditas. Setiap genes mempunyai fungsi tertentu dalam pertumbuhan manusia .
Setelah itu, telur menjadi masak dan masuklah saraf dari pihak ibu. Sel-sel tidak lagi tinggal bersama-sama. Tatkala jumlah sel masih terbatas, sel-sel itu mulai mengadakan spesialisasi, yaitu beberapa menjadi sel tulang, sebagian menjadi sel-sel kulit, sebagian menjadi sel-sel daging, sebagian menjadi sel-sel otak, sebagian menjadi sel-sel otot dan sebagainya. Semua sel yang telah terspesialisasi ini tumbuh terus dan membentuk berbagai bagian dari tubuh manusia.
Diantara semua sel tersebut ada sejumlah sel tertentu di cadangkan untuk fungsi lain. Sel-sel itu adalah sel-sel germ yang terambil dari sperma dan telur yang akan berfungsi sebagai bahan pembenihan. Apabila proses ini terjadi pada anak laki-laki, maka bahan inilah yang memproduksi sperma. Apabila proses ini terjadi pada anak perempuan maka bahan inilah yang memproduksi telur-telur dalam kandungan. Produksi benih tersebut akan lebih nyata ketika anak menginjak pubertas. Proses produksi berlangsung terus sepanjang hidup atau hampir sepanjang hidup manusia.
Jadi penulis dapat menganalisis bahwa manusia itu tumbuh dari satu sperma dan satu telur. dalam proses pertumbuhannya seorang ibu sangat mempengaruhi sedangkan ayah hanya penyempurna dari kelangsungan pertumbuhan tersebut, disini ibu sangat berperan penting dalam kelangsungan penembuhan individu baru, karena ketika anak dalam kandungan sang ibu, ibulah yang mengurus dan memberi makan kepada individu baru tersebut melalui plantara mulut sang ibu.

Produksi sperma pada pria tidaklah terbatas. Seperma-seperma terjadi dari
sel-sel germ yang cadangan sel-sel ini dari tahun-ketahun tidak berkurang. Setip satu kali persetubahan manusia mengeluarkan sekitar 200.000.000-600.000.000 seperma, maka segera setelah itu terproduksi lagi berjuta-juta seperma pengganti. Tubuh selalu mengsuplai bahan-bahan produksi seperma, dan pekerjaan produksi ini secara mekanis seperti kegiatan mesin walaupun tubuh sakit, terluka, atau ketuaan. Paling-paling hanya mengurangi jumlah produksi normal.
Pada wanita, meskipun telur-telur juga terjadi dari sel-sel germ, namun kelangsungan pertumbuhannya berbeda dengan pertumbuhan seperma. Pertumbuhan telur tidak mencapai berjuta-juta jumlahnya. Ketika wanita mencapi pubertas diharapkan secara normal hanya akan mematangkan satu telur setiap bulan, ini pun hanya untuk semasa sekitar tiga puluh lima tahun. Wanita sejak dilahirkan telah memiliki sel-sel germ yang baru akan siap memproduksi telur setelah wanita itu menginjak pubertas. Kromosom-kromosom yamg akan ia wariskan kepada anak-anaknya dikemudian hari juga telah terdapat di dalam masing-masing telurnya. Proses pematangan telur hanya berupa pembesaran telur dengan pengisian bahan-bahan makanan yang dipakai untuk memulai kehidupan individu baru.

C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Fisik
1. Faktor internal
Faktor internal adalah faktor-fator yang berasal dari dalam individu. Termasuk kedalam faktor intern adalah :
a. sifat jasmaniah yang di wariskan dari orang tua
anak yang ayah dan ibunya bertubuh tinggi cenderung lebih lekas menjadi tinggi dari pada anak berasal dari orang tua yang bertubuh pendek. [2]
Di sini penulis dapat menanggapi bahwa faktor pembawaan dari orang tua itu sangat berpengaruh dalam pertumbuhan anak, sesuai dengan fisik orang tuanya.

b. kematangan
secara sepintas pertumbuhan fisik seolah-olah sudah di rencanakan oleh faktor kematangan meskipun anak itu di beri makanan yang bergizi tinggi tetapi kalau saat kematangan belum sampai, pertumbuhan akan tertunda.[3]
Dari penjelasan diatas penulis dapat menanggapi bahwa dalam pertumbuhan fisik tidaklah dibatasi oleh makanan yang bergizi tinggi, apabila saat kematangan belum samapi maka pertumbuhanpun akan tertunda.
2. Faktor External
faktor external adalah faktor yang berasal dari luar diri anak termasuk kedalam faktor external adalah sebagai berikut.
a. kesehatan
anak yang sering sakit-sakitan pertumbuhan fisiknya akan terlambat
b. makanan
anak yang kurang gizi pertumbuhannya akan terlambat, sebaliknya yang cukup gizi pertumbuhannya pesat.
c. stimulasi lingkungan
individu yang tubuhnya sering di latih untuk meningkatkan percepatan pertumbuhannya akan berbeda dengan yang tidak pernah mendapat latihan.
Misal : anak yang rajin berlatih maka pertumbuhan fisiknya akan menjadi lebih sehat di bandingkan dengan anak yang kurang berlatih.
Dari faktor exsteral diatas penulis dapat menanggapi bahwa kesehatan yang terganggu akan memperlambat masa pertumbuhan, baik itu dalam segi makanan, seperti kurangnya gizi yang terkandung dalam makanan yang setiap harinya dikonsumsi, ataupun dari stimulus lingkungan.

D. Model-model Kepribadian Yang Sehat Menurut Beberapa Ahli
a) Model allport : pribadi yang sehat adalah pribadi yang matang, yaitu pribadi yang tidak di kontrol oleh trauma dan kpnflik masa lalu. Kebahagiaan bukanlah tujuan utama, namun hanyalah merupakan hasil sampingan dari proses mencapai tujuan. Kriteria kepribadian yang matang adalah : perluasan diri, hubungan yang hangat dengan orang lain, keamanan, emosional, persepsi yang realistik, serta memiliki kemampuan dan ketrampilan untuk melaksanakan tugas.
b) Model rogers : pribadi yang sehat adalah pribadi yang mampu berfungsi sepenuhnya. Mereka mampu mengalami secara mendalam keseluruhan emosi, kebahagiaan atau kesedihan, gembira atau putus asa. Ciri-ciri pribadi yang sehat ini adalah memiliki perasaan yang kuat, dapat memilih bertindak bebas, kreatif dan spontan. Memiliki keberanian menjadi “ada” yaitu mejadi diri sendiri tanpa bersembunyi di balik topeng atau berpura-pura menjadi sesuatu yang bukan dirinya.[4]
c) Model fromm : pribadi yang sehat adalah pribadi yang produktif, yaitu pribadi yang dapat menggunakan secara penuh potensi dirinya. Ada empat segi tambahan kepribadian yang sehat yaitu cinta, pikiran, kebahagiaan dan suara hati yang produktif.
d) Model maslow : priobadi yang sehat adalah pribadi yang mengaktualisasikan diri yaitu pribadi yang menggunakan bakat, kualitas dan kapasitas dirinya secara penuh.
e) Model jung : pribadi yang sehat adalah pribadi yang terindividualisai yaitu pribadi yang menjadi dirinya sendiri. Mereka mampu mengungkapkan dirinya secara utuh. Ciri- ciri orang seperti itu adalah adanya penerimaan kodrat manusia, dapat menerima apa yang di ketahui dan misterius, serta memiliki kepribadian yang universal.
f) Model franky : pribadi yang sehat adalah pribadi yang mengatasi diri yaitu memberikan diri sepenuhnya pada suatu tujuan atau seseorang dan terus menerus mencari bukan diri kita tetapi arti hidup kita.
g) Model peris : pribadi yang sehat adalah pribadi yang berpijak dengan aman pada momen kehidupan sekarang. Mereka bukan tawanan dari trauma masa lalu atau khayalan masa depan. Ciri-ciri mereka antara lain : memiliki kesadaran penuh dan penerimaan penuh terhadap siapa dan apa mereka. Dapat mengungkapkan perasaan secara terbuka, bersedia memikul tanggung jawab atas kehidupannya sendiri, serta tidak dapat di atur dari luar.[5]

Berdasarkan model-model kepribadian sehat menurut beberapa ahli, penulis mencoba menjelaskan kodrat kesehatan psikologis. Pribadi yang sehat adalah pribadi yang tidak pernah tumbuh. Setiap hari manusia menjalani pengalaman-pengalaman baru dan akibatnya mereka berubah.orang yang memiliki kesempatan cukup besar mencapai kesehatan psikologis.

E. Hukum-hukum Yang Mengatur Pertumbuhan
a) Pertumbuhan bersifat Kuantitatif dan kualitatif
Pertumbuhan mengcakup dua aspek perubahan, yaitu perubahan kualitatif dan perubahan kuantitatif. Perubahan kuantitatif mencakup perbanyakan kromosom sel-sel; penambahan jumlah seperti gigi, rambut, pembesaran material jasmaniah. Sedangkan perubahan kualitatif mencakup penyempurnaan struktur fisikologis; penyiapan fungsi-fungsi pada setiap bagian tubuh, dan sebagainya. Kajian seperti itu dapat kita sebut dengan pertumbuhan.

b) pertumbuhan merupakan suatu proses yang bersinambungan dan teratur
Kesinambungan ini pada manusia dapat kita renungkan, bagaimana bayi lemah tergantung, tidak berkecakapan berangsur-angsur dapat menjadi orang yang kuat, berdiri sndiri, dan berkecakapan dalam menghadapi ujian hidup. Hal ini, disebabkan karena manusia tumbuh terus melalui urutan-urutan yang teratur di dalam organismenya. Contohnya, kita tidak menjuapai seorang anak yang dapat belajar berdiri. Ini semua menunjukan, bahwa pertumbuhan merupakan suatu proses yang berkesinambungan dan teratur.



c) Tempo pertumbuhan adalah tidak sama
Urutan atau sequence pertumbuhan tidak bergerak dalam waktu yang konstan. Disamping itu, indikator-indikator kematangan tidak muncul dalam saat-saat teratur. Ada saat-saat dimana pertumbuhan berlangsung lambat. Pada saat masih bayi atau tahun pertama pertumbuhan masih sangat pesat dan ketika beranjak lebih berumur lagi pertumbuhan berlangsung namun tidak pesat tetapi konstan.

d) Tahap perkembangan berbagai aspek pertumbuhan adalah berbeda-beda
Tidak semua aspek pertumbuhan seperti fungsi jasmani, bahsa dan kapasitas intelektual berkembang dengan tarap yang sama dalam waktu yang sama. Sebagai contoh, orang trua sering khawatir berhubungan anak-anaknya yang berumur satu tahun dapat menyebutkan tiga atau empat bulan berikutnya jarang sekali menyebutkan kata-kata baru, bahkan beberapa kata yang pernah dikuasai menjadi terlupakan. Perkembangan bahasa anak tidak sama cepat dengan perkembangan fungsi jasmani.

e) kecepatan serta pola pertumbuhan dapat dimodifikasi oleh kondisi ini di dalam dan diluar badan
pertumbuhan dapat terjadi secara cepat atau lambat dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor internal yang berupa gizi, aktivitas, istirahat, tekanan kejiwaan, kesehatan jasmani yang sangat menentukan kecepatan pertumbuhan dan keterlibatan potensi-potensi pertumbuhan pada individu. Serta faktor eksternal yang berupa lingkungan jelek atau akan dapat mengganggu kesehatan. Lingkungan sosial yang kacau akan mengganggu ketenangan jiwa, dan lingkungan yang sibuk dan menentang aktuvitas akan mengurangi istirahat.

f) setiap individu tumbuh menurut caranya masing-masing yang unik
pertumbuhan dapat berupa tinggi, pendek, hitam, putuh, gmuk, kurus, tampan atau kurang tampan. Perbedaan pertumbuhan inilah yang terbilang unik, karena pertumbuhan semua manusia itu berbeda-beda. Kemudian perbedaan tersebut yang berupa kondisi lingkungan eksternal, keturunan gen, aktifitas, kondisi psikologis.

g) Pertumbuhan adalah Kompleks dan semua Aspeknya saling Berhubungan
kegiantan pertumbuhan manusia saling berhubungan antara yang satu dengan yang lainnya. Dapat kita ambil contoh, seperti kita mengenal anak secara fisik maka diperlukan pengenalan tentang apa yang dipikir dan dirasakan oleh si anak. Begitu pula jika kita hendak mengenal perkembangan mental anak maka harus pula mengenal jasmani dan rohani kebutuhan anak.

F. Aspek-aspek Yang Mempengaruhi Pertumbuhan
Anak sebagai keseluruhan
Intelek anak berhubungan dengan kesehatan jasmaninya yang dipengaruhi oleh emosi-emosinya, kemudian emosi ini dipengaruhi oleh keberhasilan di sekolah, kesehatan jasmani, kapasitas mental. Pertumbuhan anak yang berupa pisik, intelektual, sosial sangat ditentukan oleh latar belakang keluarganya, latar belakang pribadinya, serta aktivitas sehari-hari.
Umur mental anak mempengaruhi pertumbuhan
Umur mental mempengaruhi kapasitas mental. Demikian juga dengan prestasi belajar memiliki hubungan erat dengan pertumbuhan atas tingkat kematangan anak.
Permaslahan tingkah laku sering berhubungan dengan pola-pola pertumbuhan
Disini dikaitkan antara pertumbuhan yang menimbulkan problem tingkah laku yaitu yaitu aktifitas pempengaruhi pertumbuhan. Jika energi lebih banyak digunakan untuk pertumbuhan, maka yang terjadi adalah aktifitas berkurang. Begitu juga sebaliknya, jika energi lebih banyak digunakan untuk beraktifitas maka pertumbuhan akan menjadi lambat.

Penyesuaian pribadi dan sosial mencerminkan dinamika pertumbuhan
Penyesuaian sosial adalah peristiwa yang terjadi akibat pertumbuhan setelah dihadapkan dengan tantangan kultur masyarakat, harapan orang tua, teman-teman dan gurunya. Anak yang toidak menunjukkan kelainan-kelainan menonjol berarti normal.

a. Pertumbuhan fisik yang normal
perubahan pisik berhubungan dengan perubahan tubuh yang menjadi lebih besar, lebih berat, dan bertambah banyak pertumbuhan tidak selalu diikuti dengan perkembangan. Pertumbuhan manusia dimulai dari dalam kandungan, yaitu ketika ovum bertemu dengan sperma yang kemudian membentuk embiro, kemudian bertumbuh pesat ketika berusia setengah kandungan pertama dan pada usia setengah kandungan berikutnya mengalami pertumbuhan enam kali lipat, pada tahun pertama setelah lahir, mengalami pertumbuhan secara pesat, kemudian pada tahun kedua mengalami pertumbuhan secara konstan selama sepuluh tahun, kemudian pada masa akhir remaja pertumbuhan pesat. Dan setelah dewasa pertumbuhan mengalami penurunan.

b. upaya yang harus di lakukan untuk membantu pertumbuhan fisik
1) menjaga kesehatan badan
kebiasaan hidup sehat, bersih, dan olagraga secara teratur akan dapat membantu menjaga kesehatan pertumbuhan tubuh. Sebab ksehatan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik.
Jadi dapat di simpulkan bahwa pertumbuhan fisik sangat di pengaruhi oleh kebiasaan hidup sehat dan rajin berolahraga.
2) memberi makanan yang baik
baik buruknya makanan yang di makan oleh anak akan menetukan pula kecepatan pertumbuhan fisik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar